Peraturan Gubernur Tentang Sampah Plastik
Menurut peraturan gubernur no 97 tahun 2018 ini ada tiga bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik yang dilarang yaitu kantong plastik, polysterina (styrofoam), dan sedotan plastik,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers bersama Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (24/12).
Koster
menambahkan, Pergub yang terdiri dari 12 bab dan 26 pasal ini mewajibkan setiap
produsen, distributor, pemasok dan setiap pelaku usaha untuk memproduksi,
mendistribusikan, memasok, dan menyediakan pengganti plastik sekali pakai.
Sekaligus melarang untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan
plastik sekali pakai. Sampah plastik merupakan sampah
yang dapat didaur ulang menjadi barang2 yang berguna bahkan menjadi barang yang
bernilai bila dikerjakan oleh orang2 yang berkreatifitas, contoh smpah plastik
itu seperti bungkus makanan ringan, bungkus ditergen, botol air mineral dll.
Saat ini,
banyak makanan yang kemasannya dibuat dari plastik. Seperti yang kita ketahui
bahwa plastik merupakan bahan yang sulit terurai oleh mikroorganisme dan
membawa dampak buruk bagi lingkungan kita. Selain itu, sudah banyak sosialisasi
yang diberikan tentang dampak penggunaan
kemasan plastik. Hal ini dapat diartikan juga, bahwa sudah banyak orang yang
mengetahui tentang dampak buruk dari penggunaan kemasan plastik. Namun,
kurangnya kesadaran manusia membuat penggunaan kantong plastik justru bukan
berkurang melainkan semakin bertambah. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas
tentang dampak dari pengunaan kemasan yang terbuat dari plastic dan cara
menggurangi penggunaan sampah plastik
Penggunaan Plastik Dalam Kehidupan Sehari-hari
Pada kehidupan
sehari-hari, kita pasti sudah
tidak jarang lagi
melihat hal-hal yang
terbuat dari plastik,
baik itu sebagai
kemasan makan sampai sebagai pembawa
barang belajaan. Penggunaan kemasan
plastik sebagai pembungkus
makanan saat ini
bisa dikatakan terus
meningkat setiap harinya.
Hal ini dapat
disebabkan karena kebutuhan
manusia yang tidak
pernah berhenti untuk
terus menggunakan kemasan
plastik. Padahal kita
semua tahu bahwa
sampah plastik merupakan
bahan yang sulit
terurai di tanah
dan memerlukan waktu
kurang lebih 1000
tahun untuk dapat
menguraikannya. Akan tetapi
karena plastik dianggap
sebagai kemasan yang
sangat praktis untuk
digunakan terutama dalam
membungkus makanan maka
penggunaannya pun terus
meningkat dari hari
ke hari. Meningkatnya
penggunaan kemasan plastik
ini ternyata menyebabkan
berbagai macam permasalahan
lingkungan seperti semakin
bertambahnya volume sampah
plastik di TPS
maupun di TPA,
tersumbatnya saluran drainase
oleh sampah plastik
sehingga dapat menyebabkan
banjir, menyebabkan perubahan
iklim akibat pembakaran
sampah yang dilakukan,
dan mencemari tanah
dan air tanah
Hampir setiap
hari kita pasti
membutuhkan plastik tanpa
sadar akan sampahnya.
Bisa kita perhitungkan
berapa besar penggunaan
plastik setiap harinya.
Banyak masyarakat yang
menggunakan plastik sebagai
pembungkus makanan. Misalnya
saja saat membeli
gorengan, pasti dibungkus
menggunakan plastik atau
saat kita berbelanja
di minimarket pasti
alat yang digunakan
untuk membawa barang
belanjaan kita adalah
plastik. Kesadaran masyarakat
untuk meminimalkan penggunaan
plastik pun masih
sangat kurang, padahal
bahaya yang akan
dihadapi dari sampah
plastik pun sebagian
dari mereka telah
mengetahui. Dan upaya
untuk mengurangi sampah
plastik pun belum
dapat terlihat dengan
jelas
Dampak Penggunaan Plastik
Terhadap Lingkungan.
Dampak plastik terhadap
lingkungan merupakan akibat
negatif yang harus ditanggung alam
karena keberadaan sampah
plastik. Penggunaan kemasan atau
kantong plastik akan
memberikan akibat antara
lain:
· Tercemarnya
tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
· Racun-racun
dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan
pengurai di dalam tanah seperti cacing.
· PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang
maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
· Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke
dalam tanah.
· Menurunkan
kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah
dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
· Kantong
plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah
diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
· Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
· Hewan-hewan
laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut
makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
· Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam
tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan
lainnya .
· Pembuangan
sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan
sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir
Pengolahan Limbah Plastik
Plastik merupakan material yang sangat akrab dalam kehidupan
manusia. Kemajuan teknologi plastik membuat aktivitas produksi plastik terus
meningkat. Hampir setiap produk menggunakan plastik sebagai kemasan atau bahan
dasar. Material plastik banyak digunakan karena memiliki kelebihan dalam
sifatnya yang ringan, transparan, tahan air, serta harganya relatif murah dan
terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.
Segala keunggulan ini membuat plastik digemari dan banyak
digunakan dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia. Akibatnya jumlah produk
plastik yang akan menjadi sampah pun terus bertambah. Limbah plastik yang umum
ditemukan di tempat pembuangan sampah antara lain botol minuman dan deterjen
yang termasuk jenis PET, dan kantong plastik. Jumlah kantong plastik di TPA
terus menumpuk karena tidak terlalu diminati karena memiliki nilai jual yang
rendah. Kantong-kantong plastik ini tidak mudah terurai sehingga hanya akan
terus menumpuk dan bertambah di TPA sampai 1000 tahun ke depan.
Oleh karena itu diperlukannya suatu solusi tepat yang bukan
hanya mengurangi penggunaan kantong plastik karena selama masih diijinkan untuk
digunakan maka kantong plastik itu akan terus ada dan bertambah. Limbah kantong
plastik yang menumpuk di TPA dapat menjadi peluang dan jika diolah dengan benar
dapat menjadi sumber daya. Pengembangan proses pengolahan kantong plastik
dilakukan melaui eksperimentasi untuk membuka peluang pemanfaatan kantong
plastik dengan penerapan teknologi sederhana, murah, dan nyata. Eksperimen juga
mencakup eksplorasi sifat dan karakteristik kantong plastik yang unik untuk
diaplikasikan menjadi produk bernilai tinggi sehingga dapat menaikkan nilai
dari limbah kantong plastik.
Berbagai macam dampak limbah plastik tersebut tentunya akan
membawa ancaman lebih besar jika tidak segera diatasi. Terdapat berbagai macam
cara untuk mengatasi limbah plastik, diantaranya yaitu reuse, reduce, dan
recycle limbah plastik.
Penggunaan atau pemanfaatan kembali limbah plastik (reuse)
dapat menjadi salah satu upaya pengelolaan limbah plastik secara benar
sekaligus hemat biaya, waktu, energi, dan sumber daya.
Limbah plastik tersebut digunakan lagi sesuai dengan fungsi
sebelumnya atau dengan fungsi yang berbeda. Pilih barang plastik yang masih
bisa digunakan dan jangan gunakan barang plastik yang sekali pakai
(disposable).
Reduce yaitu upaya pengurangan penggunaan material-material
atau bahan-bahan yang dapat menghasilkan limbah plastik, misalnya hindari
penggunaan barang atau benda yang sekali pakai, pilih barang atau benda yang
dapat didaur ulang, dan yang dapat diisi ulangi.
Sedangkan recycle atau daur ulang merupakan upaya mengatasi
limbah plastik dengan cara mengolah kembali limbah plastik sehingga memiliki
banyak fungsi dan bernilai ekonomis. Proses daur ulang pada limbah plastik
biasanya dimulai dari pengumpulan sampah, penyortiran sampah, pembersihan
sampah, kemudian proses pengolahan atau produksi untuk menjadi material baru.
Untuk bisa didaur ulang limbah plastik harus memenuhi beberapa
persyaratan terlebih dahulu, misalnya limbah bersifat homogen, sudah berbentuk
sesuai dengan kebutuhan, tidak teroksidasi, dan tidak terkontaminasi.
Biasanya daur ulang pada limbah plastik dilakukan oleh
industri. Saat ini 80% lebih jenis limbah plastik bisa didaur ulang walaupun
terdapat penggunaan zat tambahan agar material hasil daur ulang lebih
berkualitas.
Semoga dengan dibuatnya artikel ini kita bisa menambah
wawasan pengetahuan kita, dan sadar akan bahaya sampah plastik yang dibuang
atau dibakar begitu saja tanpa tahu akibatnya.
Lebih baik gunakan kantung belanja yang berbahan dasar kardus atau kain, karena
bisa digunakan berkali-kali dan bersifat ramah lingkugan.Sekian jika ada
kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf akhir kata saya ucapkan Terima
kasih

