Jumat, 10 Mei 2019

Manfaat Perkembangan Teknologi Bagi Perkembangan Agama Hindu Milenial



Manfaat teknologi dan informasi dalam agama hindu

Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain perkembangan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan agama. Pendidikan agama di era modern perlu didukung inovasi-inovasi baru seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Inovasi-inovasi tersebut erat kaitannya dengan kreativitas dalam memahami substansi agama yang permanen dan sub informasi yang selalu berubah. Kedua hal tersebut saling terkait dan kita dituntut untuk mampu menjelaskan kepada siswa secara terpadu.
Fasilitas yang dapat mendukung ke era itu perlu diupayakan misalnya komputer yang dilengkapi dengan akses internet, artikel-artikel koran dan majalah yang topik-topiknya berkaitan dengan masalah-masalah agama dan perkembangan teknologi. Demikian pula fasilitas-fasilitas teknologi lain yang dapat dipergunakan untuk keperluan serupa, antara lain: televisi, radio,dan media lainnya sesuai dengan sarana dan prasanarana yang ada di masing-masing sekolah.


Ajaran Agama Hindu dan Perkembangan teknologi

Tujuan agama Hindu adalah Moksa dan Jagat Hita yaitu kesejahteraan sekala niskala, maka dalam mengejar kesejahteraan sekala niskala ini, mau tidak mau kita dihadapkan pada teknologi karena mengikuti perkembangan dari zaman globalisasi ini. Agama Hindu akan menerima perkembangan teknologi secara selektif, sepanjang tidak bertentangan dengan nilai- nilai agama Hindu.
Dalam Buku himpunan hasil kesatuan tafsir terhadap aspek aspek agama hindu dalam konteks kemajuan teknologi seperti diterbitkan Pemerinah Daerah Provinsi Bali tahun 1999 (halaman 48-49) memberi tuntunan praktis bagi umat hindu dalam menyikapi kemajuan teknologi:
“Hasil kesatuan tafsir ini diharapkan dapat mengajak umat Hindu bertindak bijaksana, menjaga keseimbangan antara kebutuhan bidang material dengan bidang mental spiritual,” tulis I Wayan Surpha dalam kata pengantar
buku tersebut. Kemajuan teknologi juga bisa sejalan dengan tujuan agama Hindu yakni moksa dan jagathita, mencapai kesejahteraan niskala dan sekala. Agama Hindu menerima teknologi secara selektif dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Hindu. Teknologi itu hanya sebagai sarana penopang untuk mencapai tujuan hidup, termasuk dalam pelaksanaan upacara agama. Yang menjadi tolok ukur dalam menerima atau menolak teknologi dalam kehidupan adalah: (a) Tri Semaya yaitu, atita artinya penyesuaian dengan masa lampau, wartamana artinya penyesuaian dengan masa sekarang, dan nagata artinya penyesuaian dengan masa yang akan datang; (b) Tri Pramana yaitu pratyaksa artinya berdasarkan penglihatan langsung, anumana artinya berdasarkan kesimpulan logis, agama artinya berdasarkan pemberitahun orang yang dapat dipercaya; (c) Rasa, Utsaha, Lokika, Desa, Kala, Patra.

 1.    konsep tri semaya yakni persepsi orang Bali terhadap waktu. Menurut orang Bali konsep tri semaya dibagi menjadi tiga yaitu penyesuaian dengan masa lampau (athita), penyesuaian dengan masa yang akan datang ( anaghata ) dan penyesuaian dengan masa sekarang ( warthamana ). Tri semaya merupakan suatu rangkaian waktu yang tidak dapt dipisahkan satu dengan lainnya. Kehidupan manusia pada saat ini ditentukan oleh hasil perbuatan di masa lalu, dan perbuatan saat ini juga menentukan kehidupan di masa yang akan datang.

2.    Tri Pramana mempunyai arti tiga cara umat hindu meyakini adanya Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dimana cara-cara tersebut adalah Pratyaksa Pramana (berdasarkan penglihatan langsung), Anumana Pramana (berdasarkan kesimpulan yang logis) dan Agama Pramana (berdasarkan kesimpulan yang logis). Tri Pramana diperlukan agar para umat yang beragama hindu yang mengaplikasikan nilai-nilai agama pada teknologi tetap bisa percaya dengan adanya Tuhan.

 3.    Rasa, utsaha, dan lokika (akal).

Tri Samaya, tri Pramana, rasa, utsaha dan lokika semua itu hal itu harus disesuaikan dengan Desa (penyesuaian dengan tempat), Kala (penyesuaian dengan waktu) dan Patra (penyesuaian dengan keadaan) daerah setempat. Karena di Bali mempunyai desa, kala, patra yang berbeda-beda. Maka dari itulah perkembangan teknologi harus disesuaikan dengan desa, kala, dan patra yang juga didukung dengan nilai-nilai dari ajaran agama.


Dampak dari Perkembangan teknologi dalam agama Hindu
Perkembangan teknologi dalam kehidupan agama hindu pasti menimbulkan beberapa dampak yaitu :

1.    Dampak Positif
  • Penyebaran ajaran-ajaran agama hindu bisa dilakukan dengan mudah melalui teknologi informasi
  • Dengan menggunakan teknologi informasi bisa digunakan sebagai media komunikasi yang mudah bagi para umat seagama maupun berbeda agama.
  • Bisa membentuk sumber daya manusia yang intensif. Karena umat secara tidak langsung memperoleh pengetahuan agama melalui penggunaan teknologi informasi.
2.    Dampak Negatif
  • Bila tidak berpedoman pada agama hindu maka akan terjadi penyalahgunaan terhadap perkembangan teknologi informasi.
  • Melalui teknologi informasi, penafsiran-penafsiran yang tidak sesuai tentang ajaran agama hindu (salah penafsiran) akan lebih mudah tersebar.
  • Tata krama dalam agama hindu tidak sepenuhnya bisa dipermudah dengan menggunakan teknologi informasi.
  

Hambatan yang ditemukan dalam perkembangan teknologi denga agama hindu

Dalam perkembangan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan nilai-nilai agama hindu tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa hal yang dapat menghambat kelancarannya yaitu :

1.    Sosial budaya dimasing-masing daerah. Untuk mempertahankan kebudayaan kadang masyarakat masih cukup sulit untuk menerima teknologi informasi dalam menjalani aktivitasnya.

2.    Tidak meratanya informasi. Bila penyebaran agama hindu dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi  maka informasi yang diterima tidak bisa secara merata. Karena ada beberapa daerah yang masih belum terjangkau oleh teknologi informasi.

3.    Teknologi internet sangat tergantung dari kualitas jaringan telekomunikasi yang di negara kita masih belum memadai, sehingga hasil-hasil download, rekaman suara, berkas elektronis citra lontar harus diatur kembali agar unjuk kerja sistem menjadi lebih optimal dan proses ini sedikit mengurangi kualitas data terutama audio dan video


Kesimpulan
Jadi Dasar atau Pertimbangan penggunaan teknologi informasi dalam upacara agama hindu Ajaran dari agama hindu yang digunakan sebagai tolak ukur dalam menerima/menolak Perkembangan teknologi itu, yaitu : Konsep tri semaya, Tri Pramana, Rasa, utsaha, dan logika (akal). Dan mempunyai dampak positif dan negatif. Hambatan penggunaan teknologi informasi dalam upacara agama hindu, Dalam perkembangan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan nilai-nilai agama hindu tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa hal yang dapat menghambat kelancarannya yaitu : Sosial budaya dimasing-masing daerah, Tidak meratanya informasi, Teknologi internet sangat tergantung dari kualitas jaringan telekomunikasi yang di negara kita masih belum memadai, Pengaksesan data masih memerlukan komputer yang harus dilengkapi dengan perangkat akses internet.

  Saran
Di era globalisasi seperti sekarang ini, Teknologi Informasi sudah sangat berkembang pesat dan sudah masuk dalam hal Beragama, Ada dua dampak yang sangat mempengaruhi kita dalam Teknologi Informasi, Yaitu dampak positif dan dampak negatif disinilah kita sebagai umat beragama yang memiliki pikiran, Kita harus bisa untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kita, Jika kita sampai salah untuk memilihnya kita akan terbawa arus Globalisasi dan kita tidak bisa mengendalikannya.Sebaliknya jika Kita tepat memilihnya maka Teknologi Informasi yang masuk dalam kehidupan kita akan menjadi energi-energi positif yang akan membantu kita untuk menjalani kehidupan di era globalisasi seperti sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar