Manfaat
teknologi dan informasi dalam agama hindu
Seiring
dengan perkembangan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan
kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain perkembangan
teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan agama.
Pendidikan agama di era modern perlu didukung inovasi-inovasi baru seiring
dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Inovasi-inovasi tersebut
erat kaitannya dengan kreativitas dalam memahami substansi agama yang permanen
dan sub informasi yang selalu berubah. Kedua hal tersebut saling terkait dan
kita dituntut untuk mampu menjelaskan kepada siswa secara terpadu.
Fasilitas
yang dapat mendukung ke era itu perlu diupayakan misalnya komputer yang
dilengkapi dengan akses internet, artikel-artikel koran dan majalah yang
topik-topiknya berkaitan dengan masalah-masalah agama dan perkembangan
teknologi. Demikian pula fasilitas-fasilitas teknologi lain yang dapat
dipergunakan untuk keperluan serupa, antara lain: televisi, radio,dan media
lainnya sesuai dengan sarana dan prasanarana yang ada di masing-masing sekolah.
Ajaran
Agama Hindu dan Perkembangan teknologi
Tujuan
agama Hindu adalah Moksa dan Jagat Hita yaitu kesejahteraan sekala niskala,
maka dalam mengejar kesejahteraan sekala niskala ini, mau tidak mau kita
dihadapkan pada teknologi karena mengikuti perkembangan dari zaman globalisasi
ini. Agama Hindu akan menerima perkembangan teknologi secara selektif,
sepanjang tidak bertentangan dengan nilai- nilai agama Hindu.
Dalam
Buku himpunan hasil kesatuan tafsir terhadap aspek aspek agama hindu dalam
konteks kemajuan teknologi seperti diterbitkan Pemerinah Daerah Provinsi Bali
tahun 1999 (halaman 48-49) memberi tuntunan praktis bagi umat hindu dalam
menyikapi kemajuan teknologi:
“Hasil kesatuan tafsir ini
diharapkan dapat mengajak umat Hindu bertindak bijaksana, menjaga keseimbangan
antara kebutuhan bidang material dengan bidang mental spiritual,” tulis I Wayan
Surpha dalam kata pengantar
buku tersebut. Kemajuan teknologi
juga bisa sejalan dengan tujuan agama Hindu yakni moksa dan jagathita,
mencapai kesejahteraan niskala dan sekala. Agama Hindu menerima
teknologi secara selektif dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Hindu.
Teknologi itu hanya sebagai sarana penopang untuk mencapai tujuan hidup, termasuk
dalam pelaksanaan upacara agama. Yang menjadi tolok ukur dalam menerima atau
menolak teknologi dalam kehidupan adalah: (a) Tri Semaya yaitu, atita
artinya penyesuaian dengan masa lampau, wartamana artinya
penyesuaian dengan masa sekarang, dan nagata artinya penyesuaian
dengan masa yang akan datang; (b) Tri Pramana yaitu pratyaksa
artinya berdasarkan penglihatan langsung, anumana artinya
berdasarkan kesimpulan logis, agama artinya berdasarkan pemberitahun orang yang
dapat dipercaya; (c) Rasa, Utsaha, Lokika, Desa, Kala,
Patra.
1.
konsep tri semaya yakni
persepsi orang Bali terhadap waktu. Menurut orang Bali konsep tri semaya dibagi
menjadi tiga yaitu penyesuaian dengan masa lampau (athita), penyesuaian
dengan masa yang akan datang ( anaghata ) dan penyesuaian dengan masa
sekarang ( warthamana ). Tri semaya merupakan suatu rangkaian waktu yang
tidak dapt dipisahkan satu dengan lainnya. Kehidupan manusia pada saat ini
ditentukan oleh hasil perbuatan di masa lalu, dan perbuatan saat ini juga
menentukan kehidupan di masa yang akan datang.
2.
Tri Pramana mempunyai arti tiga cara
umat hindu meyakini adanya Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dimana cara-cara tersebut
adalah Pratyaksa Pramana (berdasarkan penglihatan langsung), Anumana Pramana
(berdasarkan kesimpulan yang logis) dan Agama Pramana (berdasarkan kesimpulan
yang logis). Tri Pramana diperlukan agar para umat yang beragama hindu yang
mengaplikasikan nilai-nilai agama pada teknologi tetap bisa percaya dengan
adanya Tuhan.
3.
Rasa, utsaha, dan lokika (akal).
Tri
Samaya, tri Pramana, rasa, utsaha dan lokika semua itu hal itu harus disesuaikan
dengan Desa (penyesuaian dengan tempat), Kala (penyesuaian dengan waktu) dan
Patra (penyesuaian dengan keadaan) daerah setempat. Karena di Bali mempunyai
desa, kala, patra yang berbeda-beda. Maka dari itulah perkembangan teknologi
harus disesuaikan dengan desa, kala, dan patra yang juga didukung dengan
nilai-nilai dari ajaran agama.
Dampak
dari Perkembangan teknologi dalam agama Hindu
Perkembangan
teknologi dalam kehidupan agama hindu pasti menimbulkan beberapa dampak yaitu :
1.
Dampak Positif
- Penyebaran ajaran-ajaran agama hindu bisa dilakukan dengan mudah melalui teknologi informasi
- Dengan menggunakan teknologi informasi bisa digunakan sebagai media komunikasi yang mudah bagi para umat seagama maupun berbeda agama.
- Bisa membentuk sumber daya manusia yang intensif. Karena umat secara tidak langsung memperoleh pengetahuan agama melalui penggunaan teknologi informasi.
2.
Dampak Negatif
- Bila tidak berpedoman pada agama hindu maka akan terjadi penyalahgunaan terhadap perkembangan teknologi informasi.
- Melalui teknologi informasi, penafsiran-penafsiran yang tidak sesuai tentang ajaran agama hindu (salah penafsiran) akan lebih mudah tersebar.
- Tata krama dalam agama hindu tidak sepenuhnya bisa dipermudah dengan menggunakan teknologi informasi.
Hambatan
yang ditemukan dalam perkembangan teknologi denga agama hindu
Dalam
perkembangan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan nilai-nilai agama
hindu tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa hal yang dapat menghambat
kelancarannya yaitu :
1.
Sosial budaya dimasing-masing
daerah. Untuk mempertahankan kebudayaan kadang masyarakat masih cukup sulit
untuk menerima teknologi informasi dalam menjalani aktivitasnya.
2.
Tidak meratanya informasi. Bila
penyebaran agama hindu dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi
maka informasi yang diterima tidak bisa secara merata. Karena ada beberapa
daerah yang masih belum terjangkau oleh teknologi informasi.
3.
Teknologi internet sangat tergantung
dari kualitas jaringan telekomunikasi yang di negara kita masih belum memadai,
sehingga hasil-hasil download, rekaman suara, berkas elektronis citra lontar
harus diatur kembali agar unjuk kerja sistem menjadi lebih optimal dan proses
ini sedikit mengurangi kualitas data terutama audio dan video
Kesimpulan
Jadi Dasar atau Pertimbangan penggunaan teknologi
informasi dalam upacara agama hindu Ajaran dari agama hindu yang digunakan
sebagai tolak ukur dalam menerima/menolak Perkembangan teknologi itu, yaitu :
Konsep tri semaya, Tri Pramana, Rasa, utsaha, dan logika (akal). Dan
mempunyai dampak positif dan negatif. Hambatan
penggunaan teknologi informasi dalam upacara agama hindu, Dalam perkembangan
teknologi informasi yang diaplikasikan dengan nilai-nilai agama hindu tidak
selalu berjalan mulus. Ada beberapa hal yang dapat menghambat kelancarannya
yaitu : Sosial budaya dimasing-masing daerah, Tidak
meratanya informasi, Teknologi internet sangat tergantung
dari kualitas jaringan telekomunikasi yang di negara kita masih belum memadai, Pengaksesan data masih memerlukan komputer yang harus
dilengkapi dengan perangkat akses internet.
Saran
Di era globalisasi seperti sekarang ini, Teknologi
Informasi sudah sangat berkembang pesat dan sudah masuk dalam hal Beragama, Ada
dua dampak yang sangat mempengaruhi kita dalam Teknologi Informasi, Yaitu
dampak positif dan dampak negatif disinilah kita sebagai umat beragama yang
memiliki pikiran, Kita harus bisa untuk memilih mana yang baik dan mana yang
buruk untuk kehidupan kita, Jika kita sampai salah untuk memilihnya kita akan
terbawa arus Globalisasi dan kita tidak bisa mengendalikannya.Sebaliknya jika
Kita tepat memilihnya maka Teknologi Informasi yang masuk dalam kehidupan kita
akan menjadi energi-energi positif yang akan membantu kita untuk menjalani
kehidupan di era globalisasi seperti sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar